Review Game

Review Batman: Arkham City – Bagian dari Trilogi Game Superhero Terbaik

Dunia komik (khususnya DC Comics dan Marvel) terus merambah ke berbagai media. Belum lama ini, DC Comics merilis film terbarunya berjudul The Batman. Siapa yang tidak mengenal superhero satu ini? Batman. Salah satu karakter ikonik buatan DC Comics. Karakter ini mulai dikenal oleh masyarakat sejak debutnya di seri Detective Comic #27 pada tahun 1939. Sebelum film The Batman yang dibintangi Robert Pattinson rilis, Batman pernah memiliki film trilogi yang disebut The Dark Knight Trilogy. Disutradarai oleh Christopher Nolan dan dibintangi Christian Bale, film trilogi ini sukses di pasaran. Namun, apakah kamu tahu kalau Batman juga memiliki trilogi terbaiknya di game?

Batman – The Dark Knight

Batman juga memiliki trilogi video game yang tak kalah dari filmnya yaitu Batman: Arkham. Trilogi ini terdiri dari Batman: Arkham Asylum, Batman: Arkham City, dan Batman: Arkham Knight. Banyak yang menilai kalau Batman: Arkham merupakan trilogi game superhero terbaik. Kami akan mengulas salah satu trilogi ini, Batman: Arkham City. Apakah kamu siap menjadi The Batman?

Cerita Utama

Batman: Arkham City merupakan sekuel dari seri pertamanya, Batman: Arkham Asylum. Setelah 18 bulan sejak peristiwa di Asylum, Quincy Sharp yang merupakan mantan kepala sipir, sekarang menjabat sebagai walikota Gotham. Sharp naik sebagai pahlawan dalam peristiwa Arkham Asylum dan dengan cepat meraih kepopuleran yang membuatnya mudah menjadi walikota baru. Kemudian, Sharp membangun fasilitas penjara baru seluas satu kota di distrik bertembok Gotham. Penjara ini rencananya akan berfungsi sebagai tempat penampungan bagi tahanan dan diberi nama Arkham City.

Tahanan bebas berkeliaran dan melakukan apa saja di Arkham City. Otoritas Gotham hanya membangun benteng agar tahanan tidak dapat keluar dari sana. Sharp menyewa perusahaan militer swasta bernama TYGER untuk menjadi bagian keamanan Arkham City. Dengan diberikannya kebebasan bagi tahanan maka kerusuhaan gampang terjadi. Tahanan yang terbagi menjadi faksi-faksi saling menyerang satu sama lain. Faksi-faksi tersebut dikepalai oleh musuh Batman yaitu Joker, Two-Face, Penguin, dan masih banyak lagi.

Neighborhood Watch 😀

Bruce Wayne a.k.a Batman, di awal cerita melakukan protes untuk menolak kebijakan Sharp di depan gerbang Arkham City. Saat protes berlangsung, TYGER kemudian menangkap Bruce Wayne dan membuatnya pingsan. Bangun dengan kondisi terikat, Bruce Wayne bertemu dengan Hugo Strange yang mengetahui tentang identitasnya sebagai Batman. Hugo Strange mengatakan akan melaksanakan Protocol Ten setelah Bruce Wayne berada di dalam Arkham City. Batman akan berusaha mencari tahu tentang Protocol Ten selama permainan berlangsung.

Saat berusaha mencari tahu perihal Protocol Ten, Batman juga akan bertemu kembali dengan Joker. Pada game ini, Joker terserang penyakit akibat serum Titan. Dalam kondisi buruk tersebut, Joker masih dapat menjebak dan menangkap Batman. Jokes on you, Bats! Selama ditangkap oleh Joker, Batman diberikan transfusi darah yang berisi racun Titan sehingga Batman harus mencari serum penawar racun tersebut . Selama pencarian serum tersebut, Batman akan bertemu banyak villain yang sering ia lawan di komik.

Musuh Bebuyutan Batman – Joker

Tampilan Kota Batman: Arkham City

Bagian yang mungkin paling kentara jika dibandingkan dengan seri Batman Arkham sebelumnya terlihat pada luas map. Pada Batman: Arkham City pemain dapat menjelajahi setiap sudut Arkham City. Game ini tampak memulai uji coba sebagai openworld. Kota Arkham yang hadir dengan gedung tingginya tentu memberikan keuntungan bagi Batman. Batman: Arkham City menghadirkan traversal yang mudah dikuasai untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Dengan grapple hook  dan glide menggunakan sayap, traversal Batman benar-benar terasa mudah dan cepat.

Banyaknya tahanan yang dikumpulkan serta kebebasan yang diberikan mudah menimbulkan gesekan satu sama lain. Tentunya kerusuhan dan peperangan antartahanan tidak dapat dihindarkan. Dampak dari kerusuhan tersebut digambarkan dengan baik pada tampilan Arkham City. Puing bangunan, kobaran api , dan pasukan bersenjata dimana-mana membuat suasana Arkham City terlihat mencekam. Pemain dapat mendengar pembicaraan antar tahanan melalui saluran komunikasi yang telah disadap. Tahanan kadang membicarakan perihal keadaan yang sedang terjadi di Arkham City.

Peta Kota Arkham

Gameplay

Batman: Arkham City menghadirkan pertarungan yang dinamis. Tombol kontrol dalam game ini cukup sederhana yaitu memainkan combo melalui klik kanan dan kiri mouse. Batman juga dapat menyerang musuh secara cepat menggunakan kombinasi tombol strike dan arah. Counter serta stun kepada lawan juga dapat dilakukan melalui kombinasi combo. Pun, Batman dapat menggunakan berbagai gadget yang berguna selama permainan seperti batarang, batclaw, explosive gel, smoke pellet, dan masih banyak lagi. Gadget tersebut dapat digunakan dengan menekan tombol shortcut sehingga mempermudah pemain.

Dalam menyelesaikan encounter, Batman dapat menggunakan dua pendekatan yaitu bertarung secara terang-terangan atau mode stealth.  Saat bertarung secara frontal, Batman memperlihatkan gaya bertarung yang menarik. Lain cerita jika musuh menggunakan senjata api. Batman hanya manusia biasa. Pada berbagai misi di Batman: Arkham City, pemain lebih dituntut menggunakan kecerdasan dan source yang tersedia untuk menghabisi musuh satu persatu dari balik kegelapan. Jika ingin menghabisi musuh dengan stealth, Batman dapat menggunakan detective mode untuk mempermudah mengidentifikasi musuhnya. Detective mode seperti penglihatan sinar x-ray yang membantu melacak jumlah lawan beserta indikatornya.

Batman menyerang musuh secara frontal
Batman menggunakan Detective Mode untuk mempermudah stealth

Pada game ini, pemain dituntut untuk bergerak sebagai seorang The Dark Knight. Pemain harus dapat menilai ancaman dan menghadapi situasi layaknya Batman. AI musuh yang cukup cerdas membuat Batman harus terus bergerak dari posisinya setelah habis melakukan satu encounter. Batman dapat bergelantungan di gargoyle dan menghabisi musuhnya dari balik kegelapan. Selain itu, banyaknya tipe musuh yang menggunakan senjata berbeda seperti tongkat kejut, tameng, baju baja, dan senjata api mengharuskan pemain menggunakan pendekatan yang berbeda dalam mengalahkan musuhnya.

Skill dan Gadget

Bukan Batman namanya jika tidak selalu berkembang dan berinovasi. Dengan menggunakan WayneTech, Batman dapat meningkatkan skill bertarung dan peralatan yang dibawanya. WayneTech terbagi menjadi beberapa kategori seperti Batsuit (armor Batman), Gadget (alat yang dibawa pada utility belt), combat (skill dalam bertarung), dan lain-lain. Walaupun semua skill dan gadget ini akan terbuka di babak akhir, tetapi pemain harus memilih terlebih dahulu peningkatan apa yang paling berguna untuk menyelesaikan misi. Peningkatan tersebut tentunya akan berpengaruh dengan gameplay. Peningkatan pada WayneTech dapat kamu lakukan menggunakan experience point yang diperoleh setelah menyelesaikan misi atau menghabisi lawan.

WayneTech

Kesimpulan

Setelah sukses dengan Batman: Arkham Asylum, Rocksteady Studios kembali sukses menyajikan sekuel yang mempesona. Dengan peningkatan pertarungan yang lebih dinamis, map yang lebih luas, visualisasi yang ciamik, dan cerita yang menarik membuat game ini menjadi salah satu game superhero terbaik. Belum lagi pemain dapat menggunakan karakter Catwoman saat main mission tentunya memberikan keunikan tersendiri bagi game ini.

Banyaknya karakter villain yang hadir baik di main mission atau side mission terasa seperti tidak dimaksimalkan. Namun munculnya karakter villain tersebut membawa rasa nostalgia dan angin segar bagi pemain yang mengikuti komik Batman di DC Comics. Selain itu hampir tidak ada kekurangan yang terlalu kentara dalam game ini. Salah satu kekurangan dalam game ini adalah jumlah tropi Riddler yang harus dikumpulkan pemain. Tropi Riddler yang berjumlah 400-an tersebut seiring berjalannya waktu akan membuat pemain bosan dalam mengumpulkannya.

Overall, Batman: Arkham City benar-benar menyajikan gambaran dari The Dark Knight. Kecerdasan dan kecermatan dalam mengalahkan musuh-musuhnya menjadikan pemain merasa menjadi seorang Batman. Game ini benar-benar wajib dicoba.

Batman: Arkham City untuk PC dalam anda beli di Steam.

Batman Will Kick Your Ass!

Kenapa Harus Revisit

  • Cerita yang menarik
  • Visualisasi yang keren
  • Hand-to-hand combat yang dinamis
  • Banyaknya karakter villain yang memberi rasa nostalgia bagi pembaca komik Batman
  • Side mission yang unik dengan villain yang tidak ada di main mission
  • Dapat menggunakan karakter lain seperti Catwoman
  • Ending mengejutkan

Kenapa Tidak Perlu Revisit?

  • Banyak karakter villain yang terasa tidak dimaksimalkan
  • Misi Riddler yang cukup banyak

Spesifikasi yang Kami Gunakan?

  • Prosesor: AMD Ryzen 5 2400G @3.6GHz with Radeon RX Vega 11 Graphics
  • Motherboard: MSI B450M Pro—M2 V2
  • Memory: 2x 8GB Teamgroup Zeus DDR4 (@3200 MHz; 1.2 V)
  • Power Supply: Infinity Striker Power
  • CPU Heatsink: Wraith Cooler (Fan Speed Minimum)
  • Casing: Dazumba (All Fan On)
  • Monitor: LED Monitor 1360×768
  • Input: Generic Keyboard and Mouse
  • OS: Windows 11 Pro 64-bit 21H2

2 thoughts on “Review Batman: Arkham City – Bagian dari Trilogi Game Superhero Terbaik

  • Pada kalimat berikut (Disutradarai oleh Christopher Nolan dan dibintangi Christian Bale, film trilogi ini sukses di pasaran.) –Kenapa memakai kata {di} berulang kali.. Waktu dibaca jadi terkesan kaku kalimatnya.
    Selanjutnya bisa diperbaiki lagi terkait preposisi atau konjungsinya.. Overall sudah lebih baik gaya bahasa nya tidak se-kaku waktu awal.. Good job bumpy.. Tingkatkan..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *